Kerugian Menjadi Karyawan

dalam Motivasi
Hosting Murah Berkualitas

Artikel ini ditujukan untuk membuka cakrawala fikiran dan memotivasi agar hidup menjadi lebih baik lagi dan selangkah lebih maju dalam berfikir. Dewasa ini dari mulai dari para lulusan sekolah & lulusan kuliah terbaru/FreshGrade sampai lulusan tertua/ExpiredGrade mereka mengidam-idamkan untuk bisa menjadi salah satu pegawai atau karyawan disebuah perusahaan. Ya, ini adalah Fakta dan kenyataan yang terjadi di Negeri ini dimana Profesi Karyawan menjadi salah satu Tujuan Primadona yang mereka idam-idamkan ketika sudah lulus dari jenjang pendidikan Formal. Mulai dari lulusan SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), SMU/SMK (Sekolah Menengah Umum/Kejuruan) sampai tingkat Mahasiswa Perkuliahan kebanyakan Mindset nya seperti itu seolah-olah tidak ada lagi banyak tujuan dan pilihan Profesi yang bisa digeluti ketika pendidikan mereka terselesaikan. Mungkin ada sebagian dari mereka yang bercita-cita agak lumayan berkelas seperti bercita-cita ingin menjadi Dokter, Arsitek, Diplomat dan lain sebagainya. Namun tentunya mereka menyadari cita-cita tersebut tidak akan sesederhana perjuangan dalam mencapainya. Mungkin untuk sebagian orang yang memiliki modal biaya yang cukup, relasi dan talenta yang mumpuni semua ini akan mudah untuk diwujudkan namun tidak bagi sebagian orang yang keuangannya CEKAK alias hanya punya biaya yang terbatas.

Tentunya kondisi-kondisi diatas menjadi sangat miris ketika kita fikirkan dan renungkan. Apa yang salah dengan semua keadaan di Negeri dan di bumi ini? Apakah kita memang hidup dizaman yang salah? Ataukah memang kita harus menyerah? Ataukah Sistem pendidikan kita yang salah dimana semua lulusan pendidikan dicetak sama seperti batu bata disebuah pabrik dengan cetakan kurikulum yang sama. Yang jelas Faktanya adalah sebagian dari mereka mengidam-idamkan untuk menjadi seorang karyawan/pegawai dari sebuah perusahaan ketika nanti lulus dari jenjang pendidikan. Dan akhirnya Profesi Karyawan/Pegawai menjadi tujuan Primadona bagi kebanyakan wisudawan dan wisudawati hampir semua lulusan pendidikan.

Dari semua kondisi yang sudah dipaparkan diatas muncul pertanyaan, lalu apa dampak-dampak yang ditimbulkan atas kondisi-kondisi seperti ini? Baiklah kita runut secara sequential apa saja dampak-dampak atas kondisi seperti yang sudah dipaparkan diatas. Salah satu dampak atas mindset para lulusan yang mengidolakan Profesi Karyawan menjadi pilihan adalah menumpuknya para pencari kerja untuk Profesi Karyawan tersebut sehingga terjadilah para pengangguran yang berserakan dimana-mana. Okelah sebagian lulusan bisa diserap dan tertampung oleh peluang pekerjaan yang tersedia dengan segala batasannya. Dan yang tidak tertampung menjadi pengangguran putus asa yang tidak tahu entah bagaimana nanti nasibnya.

Yang tidak beruntung mendapat pekerjaan jadi pengangguran, yang berhasil mendapat pekerjaan menjadi karyawan. Lalu betulkah para lulusan yang mendapatkan pekerjaan menjadi karyawan ini benar-benar beruntung? Eitttt tunggu dulu. Saya akan memaparkan banyak kerugian menjadi seorang Karyawan. lalu kenapa rugi menjadi seorang karyawan? dibawah ini adalah kerugian-kerugian ketika anda menjadi seorang karyawan :

1. Monoton dan Tidak Menikmati Hidup

Jadwal kerja seorang karyawan tentunya adalah merupakan produk-produk aturan yang sudah dibuat oleh pihak yang sudah menyewa jasa karyawan. Ketika aturan sudah dibuat dan ditentukan tentunya pilihan karyawan cuma 2 (dua) yaitu patuh pada aturan yang dibuat atau membangkang. Jika mau tetap bekerja tentunya seorang karyawan harus patuh pada aturan yang sudah ditetapkan perusahaan. Namun jika membangkang dan tidak mau taat pada aturan yang sudah ditetapkan pihak manajemen perusahaan tentunya karyawan tersebut tinggal menunggu waktu saja untuk ditendang dari perusahaan tersebut.

Masalahnya adalah ketika seorang karyawan sudah memilih untuk mematuhi aturan pada perusahaan tersebut, tentunya waktunya pun bukan hanya miliknya sendiri. Dia harus merelakan separuh waktunya dalam sehari semalam untuk dihabiskan memenuhi tuntutan kerja yang diminta oleh perusahaan tersebut. Hal ini tentunya bukan hanya akan menguras waktu saja tapi juga tenaga dan fikiran juga akan terkuras. Penderitaannya tentunya tidak berhenti hanya disitu saja, seorang karyawan dalam bekerja dia akan bekerja layaknya sebuah mesin (tidak terkecuali bagian staff & Manajemen), dimana dia tentunya akan mengerjakan beberapa pekerjaan yang sama dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan hingga tahun ke tahun hingga dia sendiri nantinya akan lupa sendiri tentang arti dariĀ  “apa itu rasa bosan?“.

kerugian jadi karyawan monoton tidak menikmati hidup

Dengan setiap hari mengulang-ulang pekerjaan yang sama, masalah yang sama, bertemu orang-orang yang sama, melewati lorong-lorong yang sama, membelakangi/menghadap tembok yang sama ketika bekerja tentunya hal ini akan membuat hidup menjadi sangat monoton & seolah-olah seperti tidak menikmati hidup meskipun pada setiap akhir bulan dia akan mendapatkan upah yang setimpal untuk dinikmatinya tapi ingat ada istilah “money can’t buy happiness” yang artinya uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Tentunya hal ini memberi kesan bahwa hidup seorang karyawan itu seolah-olah “tidak menikmati hidup” karena meskipun memiliki uang gaji , padahal gaji tersebut sebetulnya tidak seberapa jika dibandingkan dengan waktu, tenaga & fikiran yang sudah dipertaruhkan. Belum lagi ada beberapa perusahaan yang memegang dan menjunjung tinggi prinsip loyalitas tidak terbatas dari karyawannya. Bagi para karyawan pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah “Loyalitas tidak terbatas” ini.

2. Potensi Tidak Berkembang Karena Kurang Tantangan

Jadwal kerja seorang karyawan tentunya akan banyak menyita waktu dan menguras tenaga serta fikiran, oleh karena itulah ketika mereka pulang dari tempat kerjanya tentunya mereka kelelahan. Di saat kondisi kelelahan ini, tentunya ketika pulang mereka akan lebih memilih untuk menghabiskan sebagian besar waktunya dipakai untuk beristirahat tidur di rumahnya daripada mempelajari hal-hal baru. Hal ini mengakibatkan sebagian dari waktunya akan menjadi tidak efektif jika dilihat dari segi pengembangan diri, karena mereka akan kehabisan waktu dalam mengeksplore kemampuan lebih yang ada pada dirinya dengan tidak mempelajari hal-hal baru yang lainnya yang bisa meningkatkan skill, kemampuan dan kualitas dalam diri mereka. Ketersediaan waktu yang sedikit untuk lebih mengeksplore diri ini tentunya akan menjadi penghambat dalam meningkatkan dan mengembangkan potensi diri menuju level yang lebih tinggi lagi.

kerugian jadi karyawan kelelahan potensi tidak berkembang

Selain hal diatas tadi, faktor kebiasaan pekerjaan yang dilakukan di kantor pun tentunya akan sangat berpengaruh sekali terhadap perkembangan potensi seseorang. Seperti yang kita ketahui, di perusahaan-perusahaan ataupun di pabrik-pabrik, biasanya para karyawan bekerja & melakukan pekerjaan yang sama dengan cara yang sama pula setiap harinya. Bekerja & cara kerjanya persis seperti cetakan kue saja. Mereka nyaris sangat sedikit sekali untuk mempunyai kesempatan dalam mempelajari hal-hal baru yang lebih luas lagi. Ketika hal ini berlangsung lama dan bertahan hingga bertahun-tahun bahkan berpuluh-puluh tahun, tentunya hal ini akan menggerogoti mental mereka dan para karyawan pun akan kekurangan tantangan karena pekerjaan yang dilakukannya setiap harinya itu-itu saja.

3. Fikiran Beku & Tidak Kreatif

Seperti yang sudah diketahui bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh seorang karyawan pada suatu perusahaan itu biasanya bersifat hierarchical, artinya pekerjaan yang dilakukan oleh para karyawan itu bersifat instruksional atau berupa perintah dari atasannya. Hal ini tentunya agak sedikit mematikan kreatifitas yang ada pada karyawan. Pada suatu kondisi mungkin ada beberapa karyawan yang diberikan kebebasan untuk berkreatifitas dalam melakukan pekerjaannya, namun itu mungkin cuma sedikit saja prosentase kreatifitas yang ada di kepala karyawan yang bisa di eksekusi, karena karyawan nantinya pasti akan terbentur juga dengan aturan-aturan yang sudah dibuat oleh atasannya tadi. Jadi karyawan tetap harus mengikuti garis besar aturan yang diinginkan oleh atasannya tadi.

kerugian jadi karyawan fikiran beku tidak kreatif

Ketika kreatifitas karyawan tersumbat lama bertahun-tahun, tentunya hal ini akan membuat tingkat kreatifitas karyawan itu menjadi tumpul dan lama-lama kemampuan kreatifitasnya akan menurun juga hingga mungkin fikirannya akan beku karena tingkat kreatifitas yang ada di fikirannya tidak dilatih. Dan ujung-ujungnya hal terburuknya adalah fikirannya bahkan menjadi tidak kreatif.

4. Kemampuan Bertahan Hidupnya Rendah

Kehidupan seorang karyawan untuk sebagian orang selintas mungkin kelihatan enak, bekerja setiap hari cuma tinggal melakukan hal-hal yang sama setiap hari, akhir bulan gajian. Tapi tunggu dulu, dibalik itu semua ternyata hal itu menyimpan bom waktu yang bisa meledak kapan pun. Percayalah itu semua adalah buaian yang bisa meninabobokan mereka untuk tidak terlatih dalam berfikir kreatif & bermental baja. Lihat saja sekeliling, ketika seorang karyawan kena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), fakta yang terjadi di lapangan adalah bahwa mereka yang kena PHK oleh perusahaannya itu tadi ketika mereka harus hidup dan mencari rezeki diluar perusahaan, mereka kebanyakan kelabakan dan kebingungan dengan apa yang harus mereka lakukan selanjutnya untuk melanjutkan hidup. Hal ini terjadi karena fikiran kreatif mereka sudah minim sekali bahkan mungkin sudah mati karena tingkat kreatifitasnya jarang dilatih. Kehidupan di dalam pabrik/perusahaan tentunya telah berhasil mereduksi & menggerogoti mental serta daya tahan hidup karyawan, sehingga ketika mereka harus melanjutkan hidup diluar perusahaan mereka jadi kebingungan seolah-olah mental mereka tidak siap dan kekurangan ide dalam berusaha mencari uang.

kerugian jadi karyawan kemampuan bertahan hidupnya rendah

Itu tadi beberapa poin Kerugian Menjadi Karyawan pada saat ini. Selain poin-poin diatas tadi tentunya masih ada lagi yang belum tertulis disini. Untuk itu lain kali akan saya tambah lagi beberapa poin tambahannya dikesempatan yang lain.

Tags: #buruh pabrik #karyawan pabrik #karyawan perusahaan #motivasi dan opini #motivasi hidup #rugi jadi karyawan

author
Penulis: 
Saya adalah Seorang Blogger yang aktif dan konsen di bidang programming, web design, graphic design dan bisnis online. Saya juga tertarik pada bidang Parenting, Kesehatan dan informasi bermanfaat lainnya.
No related post!

Beri komentar "Kerugian Menjadi Karyawan"

Baca juga×

Top